Minggu, 01 Desember 2019

Ulasan buku paradigma pendidikan islam

Nama: Bastiah
Nim    :11901121
Dosen pengampu: Farninda Aditya, M. Pd.

Identitas buku:
Judul buku: Paradigma pendidikan islam
Pengarang: H. Ma'ruf H. Zahran, M.Ag
Penerbit: Stain Pontianak press
Tahun terbit: 2012
Cetakan: pertama, 2012 Agustus

Sinopsis:
Buku ini menjelaskan tentang paradigma pendidikan Islam yang berisi kurikulum dalam paradigma pendidikan Islam yaitu rancangan pengajaran yang berisi sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis sebagai syarat untuk menyelesaikan suatu program pendidikan tertentu.  Dalam pembentukan kurikulum pendidikan Islam dan yang perlu ditekankan adalah bahwa antara asas dengan asas lainnya tidaklah berdiri sendiri, tetapi harus merupakan suatu kesatuan yang nyata hingga dapat membentuk kurikulum pendidikan yang terpadu.
Pengertian pendidikan Islam secara keseluruhan adalah upaya manusia  muslim merekaya pembentukan al-insan al-kamil melalui penciptaan situasi interaksi edukatif yang kondusif (terkendali).

Kelebihan buku:
1. Bahasa yang mudah dipahami
2. Memiliki gambar yang bisa memotivasi orang lain
3. Ketika membaca buku tidak membuat pembaca merasa bosan karena menarik untuk dibaca
4. Tidak menggunakan kata kata gaul jadi mudah dipahami
5. Memiliki kata-kata mutiara dalam setiap bab sehingga bisa

Kelemahan buku:
1. Dalam buku ini banyak pengetikan tulisan yang salah
2. Penulisan huruf yang terlalu besar
3. Banyak menggunakan penggulangan kata
4. Cover buku yang kurang menarik dibaca

Senin, 14 Oktober 2019



RESUME SISTEMATIKA
PENULISAN SKRIPSI
MAHASISWA/I PAI /FTIK
IAIN PONTIANAK
Nama: Bastiah
Nim   : 11901121
Kelas : 1/D

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VII SMP NEGERI 03 SUNGAI AMBAWANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019
SKRIPSI
OLEH:
SITI AMINAH
NIM: 1141110087

1. MOTTO:
 لِنَفْسِهِۦٓ يُجَٰهِدُ فَإِنَّمَا جَٰهَدَ وَمَن
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesumguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.       ( Q.S Al-Ankabut 29:6 )
2. ABSTRAK
Siti Aminah, Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas VII SMP Negeri 03 Sungai Ambawang Tahun Pelajaran 2018/2019: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Pontianak, 2018.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, 1). Internalisasi niali-nilai karakter dalam kegiatan awal pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 2). Internalisasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan akhir pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan  penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bidarasang Studi Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 03 Sungai Ambawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi , wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data. Display data, penaikan kesimpulan. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah member check dan tringulasi data .
Berdasarkan hasil penenlitian yang dilakukan maka peneliti menyimpulkan bahwa :
1.                                    Interalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan awal ialah dengan cara mengkondisikan siswa agar siap belajar (disiplin dan jujur), mengucapkan salam dan membaca bassmallah (disiplin dan religius), menyampaikan tema dan tujuan pembelajaraan (rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin) , motivasi awal (religius, disiplin,rasa ingin tahu, dan tanggung jawab).
2.                                 Interalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan inti ialah sebagai berikut :
a.                      Mengamati ( rasa ingin tahu, disiplin, dan tanggung jawab);
b.                     Menanya (rasa ingin tahu dan disiplin);
c.                      Mengumpulkan (bekerjasama, tanggung jawab,jujur dan disiplin);
d.                     Mengasosiasi (kerja keras, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu);
e.                      Mengkomunikasikan (kerja keras, komunikatif, kreatif, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu)
3.                Interalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan  akhir ialah dengan cara guru melakukan refleksi (rasa ingin tahu, dan komunikatif, kesimpulan (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung jawab). Feedback dan follow-up (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung jawab), motivasi akhir (kreatif,mandiri,rasa ingin tahu dan tanggung jawab), membaca doa dan mengucapkan salam (siswa disiplin dan religius).

Kata kunci : internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada pembelajaran PAI.







3. DAFTAR ISI

ABSTRAK
MOTTO
KATA PENGANTA
DAFTAR IS
DAFTAR TABEL
DAFTAR TAMPILAN
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Fokus Penelitian
C.     Tujuan Penelitian
D.    Manfaat Penelitian
BAB II  INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA  ISLAM
A.    Penelitian Terdahulu
B.     Kajian Teori
1.      Pengertian Internalisasi
2.      Pengertian Nilai
3.      Pengertian Karakter
4.      Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter
5.      Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran
6.      Internalisasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran
BAB III METODE PENENLITIAN
A.    Jenis  dan Pendekatan Penelitian
B.     Lokasi Penelitian
C.     Sumber Data
D.    Teknik dan Alat Pengumpulan Data
E.     Uji Keabsahan Data
F.      Teknik Analisi Data
G.    Pengecekan Keabsahan Data
BAB IV  PAPARAN DAN ANALISIS DATA
A.    Gambaran Umum
B.     Paparan Data Penelitian
C.     Temuan Penelitian
D.    Pembahasan
BAB  V  PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DARTAR PUSTAKA



4. KUTIPAN
1.      Menurut Agus Zainul Fijri (2012: 20-21)  menyatakan bahwa  secara etomologi , istilah karakter berasal dari bahasa latin character,  yang antara berarti watak, tabiat, sifat-sifat  kejiwaan, budi pekerti, kepribadian dan akhlak.

2.      Menurut Nurla Isna Aunillah (2011: 18 ) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik yang mengandung  komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud Insan Kamil.

3.      Menurut Nur Uhbiyati ( 1997: 9) menyatakan bahwa Pendidikan Islam menurut Ahmad D. Marimba ialah: bimbingan  jasmani, rohani berdasarkan hukum-hukum Agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.

4.      Menurut Muhammad Alim (2006: 9) menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam dapat diartikan sebagai program yang terencana  dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, ajaran Agama Islam serta diikuti tuntutan untuk menghormati penganut Agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

5.      Menurut Muhaimin (2008: 78) menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam ialah untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik terhadap Agama Islam, sehingga menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa  kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan.

6.      Menurut Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Pengembangan Kurikulum (2012: 42) yaitu:
                                i.            Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran
                              ii.            Bertanya kepada guru tentang gejala alam yang baru terjadi
                            iii.            Bertanya kepada guru tentang suatu yang didengar dari Ibu, Bapak, Teman, Radio, atau Televisi.

   7.  Menurut Moh Rifa’i ( 1986: 68) menyatakan bahwa dari ketiga proses pembentukan perilaku atau karakter tersebut akan memunculkan beberapa sikap atau perilaku yang melekat pada dirinya atau biasa disebut dengan karakteristik.

8. Menurut Sugiyono (2008: 203-204) menyatakan bahwa observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, dalam observasi yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.

9. Menurut Rahmat Mulyana ( 2004: 22) menjelaskan Internalisasi adalah menyatakan nilai dalam diri seseorang, atau dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan, nilai sikap, perilaku( tingkah laku), praktik aturan baku kepada diri seseorang.
   10. Menurut Rianawati (2014: 22) menjelaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi gerakan nasional yang menjadikan sekolah ( Institusi Pendidikan) sebagai agen untuk membangun karakter peserta didik melalui pembelajaran dan pemodelan.

5. DAFTAR PUSTAKA
1.       Agus Zaenul Fikri. 2012. Reinventing Human Character: Pendidikan Karakter Berbasis   Nilai Dan Etika Disekolah. Jogjakarta: Ar-ruz Media
2.      Nurla Isna Aunillah. 2011. Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah. Jakarta: Laksana.
3.      Nur Uhbiyati. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
4.      Muhammad Alim. 2006. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja RosdaKarya.
5.      Muhaimin. 2008. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Bandung: Remaja RosdaKarya.
6.      Kementerian. 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Pengembangan Kurikulum. Jakarta: dedikbud
7.      Moh.Rifa’i. 1986. Akhlak Seorang Muslim. Suntingan Dari Muhammad Al Ghazali, Khuluqul Muslim. Semarang: CV Wicaksana.
8.      Sugiyono. 2008. Metode Penlitian Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
9.      Rahmat Mulyana. 2004. Mengartikulasi Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta
10.  Rianawati. 2014. Implementasi Nilai-Nilai Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama( PAI) Di Sekolah. Pontianak: IAIN Press































Selasa, 08 Oktober 2019

Observasi Penggunaan EYD

Observasi penggunaan EYD

1.  Waktu

    Tanggal: 5 Oktober 2019
    Pukul   : 15:30
    Tempat
    Jl. Tanjung Raya II Kelurahan Saigon di depan Mitra Lestari
    Analisis 
    Analisis yang saya dapat dalam foto tersebut adalah penulisan Rp 3.000                    dalam gambar tersebut salah karena tidak sesuai dengan EYD, seharusnya            penulisan nilai yang benar adalah Rp.3.000 karena setelah kata Rp itu harus            diberi titik yang sesuai dengan EYD. 
    Sumber
    Buku EYD penerbit Sandro Jaya  angka dan lambang bilangan hal. 72




2. Waktu
    Tanggal: 29 September 2019
    Pukul   : 12:48
    Tempat
    Jl.Letjend.Sutoyo
    Analisis
    Dari foto yang saya ambil, penulisan kalimat tersebut salah karena terlalu                banyak/berlebihan penggunaan tanda seru. Cukup 1 tanda baca saja yang                ditulis apalagi sampai 3/4 tanda baca itu  sangat fatal,  karena                                        penggunaan pada kalimat " Perhatian" kata nya dimiringkan, seharusnya tidak      dimiringkan dan tidak di garis bawahi. Penggunaan kata yang dimiringkan                hanya untuk bahasa asing. 
    karena kata yang benar adalah Perhatian!.
    Sumber 
    Buku EYD penerbit sandro Jaya hal. 64
    



3. Waktu
    Tanggal: 5 Oktober 2019
    Pukul    : 15:30
    Tempat
    Jl. Letjend. Sutoyo
    Analisis
    Penulisan kata fotocopy tersebut salah karena kata yang tidak baku dan
    yang benar adalah Fotokopi.
    Sumber 
    https://www.katabaku.com/2016/11/fotokopi-atau-photocopy-yang-                          benar.html?m=1


4. Waktu
    Tanggal: 1 Oktober 2019
    Pukul   : 16:00
    Tempat
    Jl.Sultan Hamid II
    Analisis
    Dari gambar ini dapat kita ketahui bahwa penulisan nilai yang terdapat di                  gambar tersebut tidak sesuai dengan EYD yaitu penulisan nilai Rp. 3000 salah        dan penulisan yang tepat adalah Rp. 3. 000 harus diberi titik setelah angka                pertama.
    Sumber
    Buku EYD penerbit Sandro Jaya angka dan lambang bilangan hal. 72




5. Waktu
    Tanggal: 1 Oktober 2019
     Pukul   : 16: 10
    Tempat
    Jl. Gajah Mada No.72
    Analisis
    Sering saya bertanya dengan penulisan Apotik, banyak orang yang keliru                  dengan penulisan ini. Sebenarnya penulisan kata yang benar adalah Apotek.            bukan Apotik.
    Sumber
     https://www.literasi.net/2018/02/penulisan-yang-benar-dan-baku-                           kata_32.html?m=1




6.Waktu
    Tanggal: 1 Oktober 2019
    Pukul   :   15: 25
   Tempat
   Jl. Letjend Soeprapto No.19 Pontianak
   Analisis
   Penulisan tersebut salah sudah sangat jelas yaitu pada kata GD singkatan dari       gedung yang seharusnya ditulis tanpa disingkat karena singktan GD tersebut         tidak sesuai dengan EYD, yang benar penulisannya adalah Gedung. 
   Sumber
   Buku EYD penerbit Sandro Jaya


    

7. Waktu
    Tanggal: 7 Oktober 2019
    Pukul   : 15: 12
    Tempat
    Jl. Ahmad Yani
    Analisis
    Dalam kata hati-hati dari gambar diatas menunjukkan bahwa kalimat                          tersebut adalah perintah, tetapi dalam penulisan tersebut salah karena tidak          menggunakan tanda seru jadi kalimat tersebut tidak sesuai dengan EYD.                  Penulisan yang benar adalah hati-hati keluar masuk kendaran proyek!                        dalam kalimat tersebut juga tidak jelas karena kalimat kendaraan proyek                seharusnya ada kegiatan proyek.
    Sumber
    Buku EYD penerbit Sandro Jaya



8. Waktu
    Tanggal: 7 Oktober 2019
    Pukul   : 13: 10
    Tempat
    Jl. Letjend Soeprapto No. 19 Pontianak di Gedung Zuhri Ftik
    Analisis
    Penulisan kata dari kalimat diatas sudah benar karena sesuai dengan EYD
    Sumber
    Buku EYD penerbit Sandro Jaya




9. Waktu
    Tanggal: 7 Oktober 2019 
     Pukul  : 15:30
     Tempat
    Jl. Ahmad Yani
     Analisis 
     Dengan kesalahan yang sama gambar diatas merupakan kalimat perintah              yang seharusnya diakhir kalimat tersebut harus di beri tanda baca. karena              penulisan yanag tanpa baca tersebut tidak sesuai dengan EYD
     Sumber
     Buku EYD penerbit Sandro Jaya

    10.  Waktu
           Tanggal: 1 Oktober
            Pukul   :  16:00
           Tempat
           Jl Sultan Hamid II
           Analisis
           Dari gambar diatas dapat diketahui penulisan tersebut salah karena hanya             kata pertama yang di tulis huruf kapital, seharusnya ditulis huruf kapital                   semua yang sesuai dengan EYD. 
           Sumber
           Buku EYD penerbit Sandro Jaya




Senin, 16 September 2019

Keberagaman Bahasa Daerah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang keberagaman bahasa daerah, setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda-beda. Hanya dalam penyebutan yang berbeda, padahal mempunyai arti yang sama itulah bahasa daerah yang mempunyai keunikan tersendiri. Kedua orang tua saya adalah suku asli melayu dan bahasa sehari-hari kami adalah bahasa melayu. Disini saya akan berbagi cerita ketika saya mengikut tes UMPN di Politeknik Negeri Pontianak( Polnep) pada bulan juli. Pada tes tersebut saya bertemu kawan baru yang berasal dari ketapang dan seruangan dengan saya ketika mengikuti tes, saya bingung apa yang dia katakan. Terus saya bertanya "itu bahasa apa kak" ujar saya, terus dianya jawab " ini adalah bahasa ketapang kak ". Saya lupa apa yang di katakannya dulu waktu kami tes bersama, jadi saya tidak akan menulis bahasa tersebut di blog ini. Soalnya saya juga bingung bahasa daerah tersebut kayak sulit untuk di pahami. Tapi di blog kali ini saya tidak akan berbagi bahasa daerah ketapang saja, tapi saya akan bercerita sedikit kisah tentang bahasa daerah Madura. Dan kebetulan ada kawan sekelas  saya yang berasal dari Madura. Lumayan jauh kan dari Madura tapi dia kuliahnya di Pontianak, namanya adalah dewi kawan sekelas saya, waktu dikelas dia bertanya sama saya "buku sampeyan mana" ujar dewi dengan sedikit keras. Saya hanya terdiam karena tidak mengerti dengan kata Sampeyan, lalu saya bertanya pada dewi, kata sampeyan itu apasih artinya. Terus dewi menjelaskannya kepada saya bahwa arti dari Sampeyan itu adalah kamu. Sebenarnya saya ingin ingin ketawa apakah serumit itu bahasa daerah masing-masing. Setelah itu saya baru mengerti dengan kata Sampeyan yang berarti kamu. Setelah mendengar bahasa daerah madura itu saya jadi tertarik untuk belajar bahasa Madura dan dewi juga mau belajar bahasa Sambas, jadi kami berdua saling belajar bahasa daerah Madura dan Sambas. Dari sinilah saya banyak belajar akan pentingnya bahasa daerah masing-masing dan keberagaman bahasalah yang membuat seseorang biasanya pro dan kontra padahal mempunyai pengertian yang sama. Indonesia banyak memiliki bahasa daerah yang berbeda dan beragam itulah uniknya negaraku. Semboyan  "Bhinneka Tunggal Ika" Berbeda-beda tetapi tetap satu jua itulah semboyan negaraku.

Sekian dulu ceritaku, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan yang kurang berkenan di hati, kayak lagi pidato aja ya pake bilang minta maaf segala.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu