Nama: Bastiah
Nim :11901121
Dosen pengampu: Farninda Aditya, M. Pd.
Identitas buku:
Judul buku: Paradigma pendidikan islam
Pengarang: H. Ma'ruf H. Zahran, M.Ag
Penerbit: Stain Pontianak press
Tahun terbit: 2012
Cetakan: pertama, 2012 Agustus
Sinopsis:
Buku ini menjelaskan tentang paradigma pendidikan Islam yang berisi kurikulum dalam paradigma pendidikan Islam yaitu rancangan pengajaran yang berisi sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis sebagai syarat untuk menyelesaikan suatu program pendidikan tertentu. Dalam pembentukan kurikulum pendidikan Islam dan yang perlu ditekankan adalah bahwa antara asas dengan asas lainnya tidaklah berdiri sendiri, tetapi harus merupakan suatu kesatuan yang nyata hingga dapat membentuk kurikulum pendidikan yang terpadu.
Pengertian pendidikan Islam secara keseluruhan adalah upaya manusia muslim merekaya pembentukan al-insan al-kamil melalui penciptaan situasi interaksi edukatif yang kondusif (terkendali).
Kelebihan buku:
1. Bahasa yang mudah dipahami
2. Memiliki gambar yang bisa memotivasi orang lain
3. Ketika membaca buku tidak membuat pembaca merasa bosan karena menarik untuk dibaca
4. Tidak menggunakan kata kata gaul jadi mudah dipahami
5. Memiliki kata-kata mutiara dalam setiap bab sehingga bisa
Kelemahan buku:
1. Dalam buku ini banyak pengetikan tulisan yang salah
2. Penulisan huruf yang terlalu besar
3. Banyak menggunakan penggulangan kata
4. Cover buku yang kurang menarik dibaca
Minggu, 01 Desember 2019
Senin, 14 Oktober 2019
RESUME
SISTEMATIKA
PENULISAN
SKRIPSI
MAHASISWA/I
PAI /FTIK
IAIN
PONTIANAK
Nama:
Bastiah
Nim : 11901121
Kelas :
1/D
INTERNALISASI
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI
KELAS VII SMP NEGERI 03 SUNGAI AMBAWANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019
SKRIPSI
OLEH:
SITI
AMINAH
NIM:
1141110087
1.
MOTTO:
لِنَفْسِهِۦٓ
يُجَٰهِدُ فَإِنَّمَا جَٰهَدَ
وَمَن
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesumguhnya
jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.
( Q.S Al-Ankabut 29:6 )
2. ABSTRAK
Siti Aminah, Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan
Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas VII SMP Negeri 03
Sungai Ambawang Tahun Pelajaran 2018/2019: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Pontianak,
2018.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui,
1). Internalisasi niali-nilai karakter dalam kegiatan awal pada proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 2). Internalisasi nilai-nilai karakter
dalam kegiatan akhir pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif
dengan penelitian kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah guru bidarasang Studi Pendidikan Agama Islam di SMP
Negeri 03 Sungai Ambawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu,
observasi , wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah reduksi data. Display data, penaikan kesimpulan. Adapun
teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
member check dan tringulasi data .
Berdasarkan hasil penenlitian yang dilakukan maka
peneliti menyimpulkan bahwa :
1.
Interalisasi
nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan awal ialah dengan cara
mengkondisikan siswa agar siap belajar (disiplin dan jujur), mengucapkan salam
dan membaca bassmallah (disiplin dan religius), menyampaikan tema dan tujuan
pembelajaraan (rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin) , motivasi awal
(religius, disiplin,rasa ingin tahu, dan tanggung jawab).
2.
Interalisasi
nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan inti ialah sebagai berikut :
a.
Mengamati (
rasa ingin tahu, disiplin, dan tanggung jawab);
b.
Menanya
(rasa ingin tahu dan disiplin);
c.
Mengumpulkan
(bekerjasama, tanggung jawab,jujur dan disiplin);
d.
Mengasosiasi
(kerja keras, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu);
e.
Mengkomunikasikan
(kerja keras, komunikatif, kreatif, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu)
3. Interalisasi nilai-nilai
pendidikan karakter pada kegiatan akhir
ialah dengan cara guru melakukan refleksi (rasa ingin tahu, dan komunikatif,
kesimpulan (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung jawab).
Feedback dan follow-up (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung
jawab), motivasi akhir (kreatif,mandiri,rasa ingin tahu dan tanggung jawab),
membaca doa dan mengucapkan salam (siswa disiplin dan religius).
Kata kunci : internalisasi nilai-nilai pendidikan
karakter pada pembelajaran PAI.
3.
DAFTAR ISI
ABSTRAK
MOTTO
KATA
PENGANTA
DAFTAR
IS
DAFTAR TABEL
DAFTAR
TAMPILAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Fokus
Penelitian
C.
Tujuan Penelitian
D.
Manfaat Penelitian
BAB II
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A.
Penelitian
Terdahulu
B.
Kajian Teori
1.
Pengertian Internalisasi
2.
Pengertian Nilai
3.
Pengertian Karakter
4.
Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter
5.
Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran
6.
Internalisasi Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran
BAB III METODE PENENLITIAN
A.
Jenis dan Pendekatan Penelitian
B.
Lokasi Penelitian
C.
Sumber Data
D.
Teknik dan Alat Pengumpulan Data
E.
Uji Keabsahan Data
F.
Teknik Analisi Data
G.
Pengecekan Keabsahan Data
BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA
A.
Gambaran Umum
B.
Paparan Data Penelitian
C.
Temuan Penelitian
D.
Pembahasan
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DARTAR PUSTAKA
4.
KUTIPAN
1. Menurut
Agus Zainul Fijri (2012: 20-21)
menyatakan bahwa secara etomologi
, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang antara berarti watak, tabiat,
sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian
dan akhlak.
2. Menurut
Nurla Isna Aunillah (2011: 18 ) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah
sebuah sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik yang
mengandung komponen pengetahuan,
kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia,
lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud Insan Kamil.
3. Menurut
Nur Uhbiyati ( 1997: 9) menyatakan bahwa Pendidikan Islam menurut Ahmad D.
Marimba ialah: bimbingan jasmani, rohani
berdasarkan hukum-hukum Agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian
utama menurut ukuran-ukuran Islam.
4. Menurut
Muhammad Alim (2006: 9) menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam dapat
diartikan sebagai program yang terencana
dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani, ajaran Agama Islam serta diikuti tuntutan untuk menghormati penganut
Agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud
kesatuan dan persatuan bangsa.
5. Menurut
Muhaimin (2008: 78) menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam ialah untuk
meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik
terhadap Agama Islam, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan.
6. Menurut
Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat
Pengembangan Kurikulum (2012: 42) yaitu:
i.
Bertanya kepada guru dan teman tentang
materi pelajaran
ii.
Bertanya kepada guru tentang gejala alam
yang baru terjadi
iii.
Bertanya kepada guru tentang suatu yang
didengar dari Ibu, Bapak, Teman, Radio, atau Televisi.
7. Menurut
Moh Rifa’i ( 1986: 68) menyatakan bahwa dari ketiga proses pembentukan perilaku
atau karakter tersebut akan memunculkan beberapa sikap atau perilaku yang
melekat pada dirinya atau biasa disebut dengan karakteristik.
8. Menurut Sugiyono
(2008: 203-204) menyatakan bahwa observasi atau yang disebut pula dengan
pengamatan, dalam observasi yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan
ingatan.
9. Menurut Rahmat
Mulyana ( 2004: 22) menjelaskan Internalisasi adalah menyatakan nilai dalam
diri seseorang, atau dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan,
nilai sikap, perilaku( tingkah laku), praktik aturan baku kepada diri
seseorang.
10. Menurut Rianawati (2014: 22) menjelaskan bahwa pendidikan
karakter harus menjadi gerakan nasional yang menjadikan sekolah ( Institusi
Pendidikan) sebagai agen untuk membangun karakter peserta didik melalui
pembelajaran dan pemodelan.
5. DAFTAR PUSTAKA
1.
Agus Zaenul Fikri. 2012. Reinventing Human Character: Pendidikan
Karakter Berbasis Nilai Dan Etika
Disekolah. Jogjakarta: Ar-ruz Media
2.
Nurla Isna Aunillah. 2011. Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di
Sekolah. Jakarta: Laksana.
3.
Nur Uhbiyati. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
4.
Muhammad Alim. 2006. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan
Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja RosdaKarya.
5.
Muhaimin. 2008. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam
Di Sekolah. Bandung: Remaja RosdaKarya.
6.
Kementerian. 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Pengembangan Kurikulum. Jakarta:
dedikbud
7.
Moh.Rifa’i. 1986. Akhlak Seorang Muslim. Suntingan Dari Muhammad Al Ghazali, Khuluqul
Muslim. Semarang: CV Wicaksana.
8.
Sugiyono. 2008. Metode Penlitian Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
9.
Rahmat Mulyana. 2004. Mengartikulasi Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta
10.
Rianawati. 2014. Implementasi Nilai-Nilai Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama( PAI) Di Sekolah. Pontianak: IAIN
Press
Selasa, 08 Oktober 2019
Observasi Penggunaan EYD
Observasi penggunaan EYD
1. Waktu
Tanggal: 5 Oktober 2019
Pukul : 15:30
Tempat
Jl. Tanjung Raya II Kelurahan Saigon di depan Mitra Lestari
Analisis
Analisis yang saya dapat dalam foto tersebut adalah penulisan Rp 3.000 dalam gambar tersebut salah karena tidak sesuai dengan EYD, seharusnya penulisan nilai yang benar adalah Rp.3.000 karena setelah kata Rp itu harus diberi titik yang sesuai dengan EYD.
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya angka dan lambang bilangan hal. 72
2. Waktu
Tanggal: 29 September 2019
Pukul : 12:48
Tempat
Jl.Letjend.Sutoyo
Analisis
Dari foto yang saya ambil, penulisan kalimat tersebut salah karena terlalu banyak/berlebihan penggunaan tanda seru. Cukup 1 tanda baca saja yang ditulis apalagi sampai 3/4 tanda baca itu sangat fatal, karena penggunaan pada kalimat " Perhatian" kata nya dimiringkan, seharusnya tidak dimiringkan dan tidak di garis bawahi. Penggunaan kata yang dimiringkan hanya untuk bahasa asing.
karena kata yang benar adalah Perhatian!.
Sumber
Buku EYD penerbit sandro Jaya hal. 64
3. Waktu
Tanggal: 5 Oktober 2019
Pukul : 15:30
Tempat
Jl. Letjend. Sutoyo
Analisis
Penulisan kata fotocopy tersebut salah karena kata yang tidak baku dan
yang benar adalah Fotokopi.
Sumber
https://www.katabaku.com/2016/11/fotokopi-atau-photocopy-yang- benar.html?m=1
4. Waktu
Tanggal: 1 Oktober 2019
Pukul : 16:00
Tempat
Jl.Sultan Hamid II
Analisis
Dari gambar ini dapat kita ketahui bahwa penulisan nilai yang terdapat di gambar tersebut tidak sesuai dengan EYD yaitu penulisan nilai Rp. 3000 salah dan penulisan yang tepat adalah Rp. 3. 000 harus diberi titik setelah angka pertama.
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya angka dan lambang bilangan hal. 72
5. Waktu
Tanggal: 1 Oktober 2019
Pukul : 16: 10
Tempat
Jl. Gajah Mada No.72
Analisis
Sering saya bertanya dengan penulisan Apotik, banyak orang yang keliru dengan penulisan ini. Sebenarnya penulisan kata yang benar adalah Apotek. bukan Apotik.
Sumber
https://www.literasi.net/2018/02/penulisan-yang-benar-dan-baku- kata_32.html?m=1
6.Waktu
Tanggal: 1 Oktober 2019
Pukul : 15: 25
Tempat
Jl. Letjend Soeprapto No.19 Pontianak
Analisis
Penulisan tersebut salah sudah sangat jelas yaitu pada kata GD singkatan dari gedung yang seharusnya ditulis tanpa disingkat karena singktan GD tersebut tidak sesuai dengan EYD, yang benar penulisannya adalah Gedung.
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya
7. Waktu
Tanggal: 7 Oktober 2019
Pukul : 15: 12
Tempat
Jl. Ahmad Yani
Analisis
Dalam kata hati-hati dari gambar diatas menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah perintah, tetapi dalam penulisan tersebut salah karena tidak menggunakan tanda seru jadi kalimat tersebut tidak sesuai dengan EYD. Penulisan yang benar adalah hati-hati keluar masuk kendaran proyek! dalam kalimat tersebut juga tidak jelas karena kalimat kendaraan proyek seharusnya ada kegiatan proyek.
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya
8. Waktu
Tanggal: 7 Oktober 2019
Pukul : 13: 10
Tempat
Jl. Letjend Soeprapto No. 19 Pontianak di Gedung Zuhri Ftik
Analisis
Penulisan kata dari kalimat diatas sudah benar karena sesuai dengan EYD
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya
9. Waktu
Tanggal: 7 Oktober 2019
Pukul : 15:30
Tempat
Jl. Ahmad Yani
Analisis
Dengan kesalahan yang sama gambar diatas merupakan kalimat perintah yang seharusnya diakhir kalimat tersebut harus di beri tanda baca. karena penulisan yanag tanpa baca tersebut tidak sesuai dengan EYD
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya
10. Waktu
Tanggal: 1 Oktober
Pukul : 16:00
Tempat
Jl Sultan Hamid II
Analisis
Dari gambar diatas dapat diketahui penulisan tersebut salah karena hanya kata pertama yang di tulis huruf kapital, seharusnya ditulis huruf kapital semua yang sesuai dengan EYD.
Sumber
Buku EYD penerbit Sandro Jaya
Senin, 16 September 2019
Keberagaman Bahasa Daerah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang keberagaman bahasa daerah, setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda-beda. Hanya dalam penyebutan yang berbeda, padahal mempunyai arti yang sama itulah bahasa daerah yang mempunyai keunikan tersendiri. Kedua orang tua saya adalah suku asli melayu dan bahasa sehari-hari kami adalah bahasa melayu. Disini saya akan berbagi cerita ketika saya mengikut tes UMPN di Politeknik Negeri Pontianak( Polnep) pada bulan juli. Pada tes tersebut saya bertemu kawan baru yang berasal dari ketapang dan seruangan dengan saya ketika mengikuti tes, saya bingung apa yang dia katakan. Terus saya bertanya "itu bahasa apa kak" ujar saya, terus dianya jawab " ini adalah bahasa ketapang kak ". Saya lupa apa yang di katakannya dulu waktu kami tes bersama, jadi saya tidak akan menulis bahasa tersebut di blog ini. Soalnya saya juga bingung bahasa daerah tersebut kayak sulit untuk di pahami. Tapi di blog kali ini saya tidak akan berbagi bahasa daerah ketapang saja, tapi saya akan bercerita sedikit kisah tentang bahasa daerah Madura. Dan kebetulan ada kawan sekelas saya yang berasal dari Madura. Lumayan jauh kan dari Madura tapi dia kuliahnya di Pontianak, namanya adalah dewi kawan sekelas saya, waktu dikelas dia bertanya sama saya "buku sampeyan mana" ujar dewi dengan sedikit keras. Saya hanya terdiam karena tidak mengerti dengan kata Sampeyan, lalu saya bertanya pada dewi, kata sampeyan itu apasih artinya. Terus dewi menjelaskannya kepada saya bahwa arti dari Sampeyan itu adalah kamu. Sebenarnya saya ingin ingin ketawa apakah serumit itu bahasa daerah masing-masing. Setelah itu saya baru mengerti dengan kata Sampeyan yang berarti kamu. Setelah mendengar bahasa daerah madura itu saya jadi tertarik untuk belajar bahasa Madura dan dewi juga mau belajar bahasa Sambas, jadi kami berdua saling belajar bahasa daerah Madura dan Sambas. Dari sinilah saya banyak belajar akan pentingnya bahasa daerah masing-masing dan keberagaman bahasalah yang membuat seseorang biasanya pro dan kontra padahal mempunyai pengertian yang sama. Indonesia banyak memiliki bahasa daerah yang berbeda dan beragam itulah uniknya negaraku. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" Berbeda-beda tetapi tetap satu jua itulah semboyan negaraku.
Sekian dulu ceritaku, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan yang kurang berkenan di hati, kayak lagi pidato aja ya pake bilang minta maaf segala.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang keberagaman bahasa daerah, setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda-beda. Hanya dalam penyebutan yang berbeda, padahal mempunyai arti yang sama itulah bahasa daerah yang mempunyai keunikan tersendiri. Kedua orang tua saya adalah suku asli melayu dan bahasa sehari-hari kami adalah bahasa melayu. Disini saya akan berbagi cerita ketika saya mengikut tes UMPN di Politeknik Negeri Pontianak( Polnep) pada bulan juli. Pada tes tersebut saya bertemu kawan baru yang berasal dari ketapang dan seruangan dengan saya ketika mengikuti tes, saya bingung apa yang dia katakan. Terus saya bertanya "itu bahasa apa kak" ujar saya, terus dianya jawab " ini adalah bahasa ketapang kak ". Saya lupa apa yang di katakannya dulu waktu kami tes bersama, jadi saya tidak akan menulis bahasa tersebut di blog ini. Soalnya saya juga bingung bahasa daerah tersebut kayak sulit untuk di pahami. Tapi di blog kali ini saya tidak akan berbagi bahasa daerah ketapang saja, tapi saya akan bercerita sedikit kisah tentang bahasa daerah Madura. Dan kebetulan ada kawan sekelas saya yang berasal dari Madura. Lumayan jauh kan dari Madura tapi dia kuliahnya di Pontianak, namanya adalah dewi kawan sekelas saya, waktu dikelas dia bertanya sama saya "buku sampeyan mana" ujar dewi dengan sedikit keras. Saya hanya terdiam karena tidak mengerti dengan kata Sampeyan, lalu saya bertanya pada dewi, kata sampeyan itu apasih artinya. Terus dewi menjelaskannya kepada saya bahwa arti dari Sampeyan itu adalah kamu. Sebenarnya saya ingin ingin ketawa apakah serumit itu bahasa daerah masing-masing. Setelah itu saya baru mengerti dengan kata Sampeyan yang berarti kamu. Setelah mendengar bahasa daerah madura itu saya jadi tertarik untuk belajar bahasa Madura dan dewi juga mau belajar bahasa Sambas, jadi kami berdua saling belajar bahasa daerah Madura dan Sambas. Dari sinilah saya banyak belajar akan pentingnya bahasa daerah masing-masing dan keberagaman bahasalah yang membuat seseorang biasanya pro dan kontra padahal mempunyai pengertian yang sama. Indonesia banyak memiliki bahasa daerah yang berbeda dan beragam itulah uniknya negaraku. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" Berbeda-beda tetapi tetap satu jua itulah semboyan negaraku.
Sekian dulu ceritaku, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan yang kurang berkenan di hati, kayak lagi pidato aja ya pake bilang minta maaf segala.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Langganan:
Komentar (Atom)




















