Senin, 16 September 2019

Keberagaman Bahasa Daerah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang keberagaman bahasa daerah, setiap daerah memiliki bahasa yang berbeda-beda. Hanya dalam penyebutan yang berbeda, padahal mempunyai arti yang sama itulah bahasa daerah yang mempunyai keunikan tersendiri. Kedua orang tua saya adalah suku asli melayu dan bahasa sehari-hari kami adalah bahasa melayu. Disini saya akan berbagi cerita ketika saya mengikut tes UMPN di Politeknik Negeri Pontianak( Polnep) pada bulan juli. Pada tes tersebut saya bertemu kawan baru yang berasal dari ketapang dan seruangan dengan saya ketika mengikuti tes, saya bingung apa yang dia katakan. Terus saya bertanya "itu bahasa apa kak" ujar saya, terus dianya jawab " ini adalah bahasa ketapang kak ". Saya lupa apa yang di katakannya dulu waktu kami tes bersama, jadi saya tidak akan menulis bahasa tersebut di blog ini. Soalnya saya juga bingung bahasa daerah tersebut kayak sulit untuk di pahami. Tapi di blog kali ini saya tidak akan berbagi bahasa daerah ketapang saja, tapi saya akan bercerita sedikit kisah tentang bahasa daerah Madura. Dan kebetulan ada kawan sekelas  saya yang berasal dari Madura. Lumayan jauh kan dari Madura tapi dia kuliahnya di Pontianak, namanya adalah dewi kawan sekelas saya, waktu dikelas dia bertanya sama saya "buku sampeyan mana" ujar dewi dengan sedikit keras. Saya hanya terdiam karena tidak mengerti dengan kata Sampeyan, lalu saya bertanya pada dewi, kata sampeyan itu apasih artinya. Terus dewi menjelaskannya kepada saya bahwa arti dari Sampeyan itu adalah kamu. Sebenarnya saya ingin ingin ketawa apakah serumit itu bahasa daerah masing-masing. Setelah itu saya baru mengerti dengan kata Sampeyan yang berarti kamu. Setelah mendengar bahasa daerah madura itu saya jadi tertarik untuk belajar bahasa Madura dan dewi juga mau belajar bahasa Sambas, jadi kami berdua saling belajar bahasa daerah Madura dan Sambas. Dari sinilah saya banyak belajar akan pentingnya bahasa daerah masing-masing dan keberagaman bahasalah yang membuat seseorang biasanya pro dan kontra padahal mempunyai pengertian yang sama. Indonesia banyak memiliki bahasa daerah yang berbeda dan beragam itulah uniknya negaraku. Semboyan  "Bhinneka Tunggal Ika" Berbeda-beda tetapi tetap satu jua itulah semboyan negaraku.

Sekian dulu ceritaku, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan yang kurang berkenan di hati, kayak lagi pidato aja ya pake bilang minta maaf segala.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

           

Kampung Halamanku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

disini saya tidak akan bercerita tentang diri saya, tetapi bercerita tentang kampung halamanku.
Dimana saya dilahirkan, di besarkan, dan di didik, saya memang orang sambas asli, tapi saya bukan tinggal di kotanya melainkan di daerah pelosok.
Tempat tinggal saya ada di Kabupaten Sambas Kecamatan Teluk Keramat, Desa Sungai Baru, Dusun ceremai Rt 16 Rw 08 itu adalah alamat lengkap tempat tinggal saya di kampung tercinta. Saya anak pertama dari 3 bersaudara tanggungan saya sebagai seorang kakak itu cukup besar. Setiap saya merantau jauh ke kota yang saya rindukan hanyalah kedua orang tua dan tempat dimana saya dibesarkan. Kampung yang penuh dengan keriuhan dan kehebohan masyarakat didesaku, kalian tidak tahu kan bagaimana kampung halamanku disini. Aku dilahirkan di sebuah perkampungan yang dinamakan Desa Sungai Baru itulah nama kampungku yang jarang diketahui orang karena kampungku itu termasuk daerah pelosok loh, kalau mau ke kota sambas kami harus nyebrang sungai dulu. Bayangkan aja sih menurut kalian kok harus nyebrang sungai lagi. Sudah satu bulan lebih saya tidak pulang ke kampung halaman, rindu rasanya dengan suasana disana. Kampung halaman saya itu sangat indah, nyaman, dan asri didalamnya penuh kedamaian tersendiri. Penghasilan pokok di kampung halaman saya adalah petani karet, tapi sayangnya harga karet dikampung halamanku semakin menurun. Banyak petani yang mengeluh dengan keadaan ini termasuk kedua orang tua saya, dari subuh turun untuk mencari nafkah sampai udah mau dzuhur biasanya baru pulang kerumah. Itu dilakukan setiap hari demi untuk makan sehari hari mau tidak mau harus dikerjakan. Karena cuma itu penghasilan utama di kampung halamanku, apalagi harga karet sekilonya cuma 5 sampa 6 ribu. Biasanya kalau musim hujan petani karet sulit mendapatkan penghasilan karena kalau hari hujan banyak air karet yang terbuang. Kalau musim kemarau petani karet lebih mudah mendapatkan penghasilan dan alhamdulillah cukup untuk makan seadanya tapi itu masih  belum termasuk uang jajan kami untuk sekolah, mungkin pekerjaan di kampungku memang sulit dan banyak masyarakat kami yang merantau ke Malaysia karena sulitnya pekerjaan di kampung. Orang tua yang melanjutkan pendidikan anaknya di perguruan tinggi itu udah Alhamdulillah karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Soalnya dikampung saya kebanyakan yang udah lulus sma pergi merantau dan biasanya kalau udah  pulang kampung mau nikah, ya selalu begitu setiap tahun tanpa ada perubahan. Pemikiran masyarakat di kampung saya masih cukup minim apalagi sekolah hanya SD itupun berhenti di tengah jalan karena tidak adanya biaya. Sebenarnya saya kasihan melihat kondisi kampung yang semacam ini, yang minim akan dunia pendidikan.
Memang saya bukan anak orang kaya tapi apa salahnya anak seorang petani yang ingin melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi. Banyak orang disekitar tempat tinggal saya yang menyuruh saya tidak perlu kuliah, kata mereka kuliah itu hanya menghabiskan uang, ujung ujungnya kalian tidak akan jadi pegawai. Mendengar ucapan tetangga yang seperti itu aku merasa putus asa, tapi orang tuaku selalu memberiku semangat hingga aku duduk di bangku perkuliahan.
Mungkin sampai disini saja ceritaku, padahal masih banyak yang ingin ku ungkapkan tapi aku tidak tahu ingin mulai cerita ini dari mana.
Semoga saja kalian tidak bosan membaca blog ku ini, maaf kalau kata kata yang kutuliskan kurang bagus karena aku memang tidak punya bakat menulis, sampai bertemu lagi di blog selanjutnya.
Salam Manis Mahasiswa IAIN Pontianak

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


                                             

Senin, 09 September 2019

Pengalaman awal mahasiswa baru

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Perkenalkan nama saya Bastiah, saya berasal dari Sambas.
Saya kuliah di IAIN pontianak  mengambil jurusan pendidikan agama islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Disini saya akan bercerita pengalaman awal saya di perguruan tinggi, saya kira kuliah itu sama dengan SMA.
Sebelum masuk perguruan tinggi kita harus tes terlebih dahulu, saya pikir selesai tes itu udah langsung di terima, ternyata tidak ya kalau masuk SMA biasanya kan kalau udah daftar langsung di terima.
Pengetahuan saya di perkuliahan itu masih kurang, okelah karna mungkin masih mahasiswa baru atau biasa di singkat maba. Pertama kali saya masuk di IAIN pontianak saya sangat bangga karena usaha dan doa tidak menghianati hasil dan saya sangat gembira karena telah dinyatakan lulus lewat jalur Umptkin.
Sebelum tes itu ada manis dan pahit yang saya rasakan dan ketakutan yang selau menghantui di saat tidur seolah olah apa yang saya kerjakan semua salah, sedikit kalimat yang saya utarakan untuk malaikat ku yaitu kedua orang tua ku adalah kata terima kasih yang dapat kusampaikan. Mereka yang selalu memberi motivasi padaku. Di setiap doaku saya berharap bisa belajar dengan sungguh sungguh di bangku perkuliahan.
Mungkin singkat saja cerita dari saya, sekian dan terima kasih karena telah membaca blog saya🙏😊
Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh