RESUME
SISTEMATIKA
PENULISAN
SKRIPSI
MAHASISWA/I
PAI /FTIK
IAIN
PONTIANAK
Nama:
Bastiah
Nim : 11901121
Kelas :
1/D
INTERNALISASI
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI
KELAS VII SMP NEGERI 03 SUNGAI AMBAWANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019
SKRIPSI
OLEH:
SITI
AMINAH
NIM:
1141110087
1.
MOTTO:
لِنَفْسِهِۦٓ
يُجَٰهِدُ فَإِنَّمَا جَٰهَدَ
وَمَن
Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesumguhnya
jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.
( Q.S Al-Ankabut 29:6 )
2. ABSTRAK
Siti Aminah, Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan
Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas VII SMP Negeri 03
Sungai Ambawang Tahun Pelajaran 2018/2019: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Pontianak,
2018.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui,
1). Internalisasi niali-nilai karakter dalam kegiatan awal pada proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 2). Internalisasi nilai-nilai karakter
dalam kegiatan akhir pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif
dengan penelitian kualitatif. Subjek
penelitian ini adalah guru bidarasang Studi Pendidikan Agama Islam di SMP
Negeri 03 Sungai Ambawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu,
observasi , wawancara dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah reduksi data. Display data, penaikan kesimpulan. Adapun
teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
member check dan tringulasi data .
Berdasarkan hasil penenlitian yang dilakukan maka
peneliti menyimpulkan bahwa :
1.
Interalisasi
nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan awal ialah dengan cara
mengkondisikan siswa agar siap belajar (disiplin dan jujur), mengucapkan salam
dan membaca bassmallah (disiplin dan religius), menyampaikan tema dan tujuan
pembelajaraan (rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin) , motivasi awal
(religius, disiplin,rasa ingin tahu, dan tanggung jawab).
2.
Interalisasi
nilai-nilai pendidikan karakter pada kegiatan inti ialah sebagai berikut :
a.
Mengamati (
rasa ingin tahu, disiplin, dan tanggung jawab);
b.
Menanya
(rasa ingin tahu dan disiplin);
c.
Mengumpulkan
(bekerjasama, tanggung jawab,jujur dan disiplin);
d.
Mengasosiasi
(kerja keras, mandiri, kreatif, dan memiliki rasa ingin tahu);
e.
Mengkomunikasikan
(kerja keras, komunikatif, kreatif, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu)
3. Interalisasi nilai-nilai
pendidikan karakter pada kegiatan akhir
ialah dengan cara guru melakukan refleksi (rasa ingin tahu, dan komunikatif,
kesimpulan (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung jawab).
Feedback dan follow-up (kreatif,mandiri, memiliki rasa ingin tahu dan tanggung
jawab), motivasi akhir (kreatif,mandiri,rasa ingin tahu dan tanggung jawab),
membaca doa dan mengucapkan salam (siswa disiplin dan religius).
Kata kunci : internalisasi nilai-nilai pendidikan
karakter pada pembelajaran PAI.
3.
DAFTAR ISI
ABSTRAK
MOTTO
KATA
PENGANTA
DAFTAR
IS
DAFTAR TABEL
DAFTAR
TAMPILAN
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
B.
Fokus
Penelitian
C.
Tujuan Penelitian
D.
Manfaat Penelitian
BAB II
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A.
Penelitian
Terdahulu
B.
Kajian Teori
1.
Pengertian Internalisasi
2.
Pengertian Nilai
3.
Pengertian Karakter
4.
Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter
5.
Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran
6.
Internalisasi Pendidikan Karakter dalam
Pembelajaran
BAB III METODE PENENLITIAN
A.
Jenis dan Pendekatan Penelitian
B.
Lokasi Penelitian
C.
Sumber Data
D.
Teknik dan Alat Pengumpulan Data
E.
Uji Keabsahan Data
F.
Teknik Analisi Data
G.
Pengecekan Keabsahan Data
BAB IV PAPARAN DAN ANALISIS DATA
A.
Gambaran Umum
B.
Paparan Data Penelitian
C.
Temuan Penelitian
D.
Pembahasan
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DARTAR PUSTAKA
4.
KUTIPAN
1. Menurut
Agus Zainul Fijri (2012: 20-21)
menyatakan bahwa secara etomologi
, istilah karakter berasal dari bahasa latin character, yang antara berarti watak, tabiat,
sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian
dan akhlak.
2. Menurut
Nurla Isna Aunillah (2011: 18 ) menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah
sebuah sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik yang
mengandung komponen pengetahuan,
kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan
nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia,
lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud Insan Kamil.
3. Menurut
Nur Uhbiyati ( 1997: 9) menyatakan bahwa Pendidikan Islam menurut Ahmad D.
Marimba ialah: bimbingan jasmani, rohani
berdasarkan hukum-hukum Agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian
utama menurut ukuran-ukuran Islam.
4. Menurut
Muhammad Alim (2006: 9) menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Islam dapat
diartikan sebagai program yang terencana
dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani, ajaran Agama Islam serta diikuti tuntutan untuk menghormati penganut
Agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud
kesatuan dan persatuan bangsa.
5. Menurut
Muhaimin (2008: 78) menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam ialah untuk
meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik
terhadap Agama Islam, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan.
6. Menurut
Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat
Pengembangan Kurikulum (2012: 42) yaitu:
i.
Bertanya kepada guru dan teman tentang
materi pelajaran
ii.
Bertanya kepada guru tentang gejala alam
yang baru terjadi
iii.
Bertanya kepada guru tentang suatu yang
didengar dari Ibu, Bapak, Teman, Radio, atau Televisi.
7. Menurut
Moh Rifa’i ( 1986: 68) menyatakan bahwa dari ketiga proses pembentukan perilaku
atau karakter tersebut akan memunculkan beberapa sikap atau perilaku yang
melekat pada dirinya atau biasa disebut dengan karakteristik.
8. Menurut Sugiyono
(2008: 203-204) menyatakan bahwa observasi atau yang disebut pula dengan
pengamatan, dalam observasi yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan
ingatan.
9. Menurut Rahmat
Mulyana ( 2004: 22) menjelaskan Internalisasi adalah menyatakan nilai dalam
diri seseorang, atau dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan,
nilai sikap, perilaku( tingkah laku), praktik aturan baku kepada diri
seseorang.
10. Menurut Rianawati (2014: 22) menjelaskan bahwa pendidikan
karakter harus menjadi gerakan nasional yang menjadikan sekolah ( Institusi
Pendidikan) sebagai agen untuk membangun karakter peserta didik melalui
pembelajaran dan pemodelan.
5. DAFTAR PUSTAKA
1.
Agus Zaenul Fikri. 2012. Reinventing Human Character: Pendidikan
Karakter Berbasis Nilai Dan Etika
Disekolah. Jogjakarta: Ar-ruz Media
2.
Nurla Isna Aunillah. 2011. Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di
Sekolah. Jakarta: Laksana.
3.
Nur Uhbiyati. 1997. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
4.
Muhammad Alim. 2006. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan
Pemikiran dan Kepribadian Muslim. Bandung: Remaja RosdaKarya.
5.
Muhaimin. 2008. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam
Di Sekolah. Bandung: Remaja RosdaKarya.
6.
Kementerian. 2012. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Pengembangan Kurikulum. Jakarta:
dedikbud
7.
Moh.Rifa’i. 1986. Akhlak Seorang Muslim. Suntingan Dari Muhammad Al Ghazali, Khuluqul
Muslim. Semarang: CV Wicaksana.
8.
Sugiyono. 2008. Metode Penlitian Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
9.
Rahmat Mulyana. 2004. Mengartikulasi Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta
10.
Rianawati. 2014. Implementasi Nilai-Nilai Karakter Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama( PAI) Di Sekolah. Pontianak: IAIN
Press



















