disini saya tidak akan bercerita tentang diri saya, tetapi bercerita tentang kampung halamanku.
Dimana saya dilahirkan, di besarkan, dan di didik, saya memang orang sambas asli, tapi saya bukan tinggal di kotanya melainkan di daerah pelosok.
Tempat tinggal saya ada di Kabupaten Sambas Kecamatan Teluk Keramat, Desa Sungai Baru, Dusun ceremai Rt 16 Rw 08 itu adalah alamat lengkap tempat tinggal saya di kampung tercinta. Saya anak pertama dari 3 bersaudara tanggungan saya sebagai seorang kakak itu cukup besar. Setiap saya merantau jauh ke kota yang saya rindukan hanyalah kedua orang tua dan tempat dimana saya dibesarkan. Kampung yang penuh dengan keriuhan dan kehebohan masyarakat didesaku, kalian tidak tahu kan bagaimana kampung halamanku disini. Aku dilahirkan di sebuah perkampungan yang dinamakan Desa Sungai Baru itulah nama kampungku yang jarang diketahui orang karena kampungku itu termasuk daerah pelosok loh, kalau mau ke kota sambas kami harus nyebrang sungai dulu. Bayangkan aja sih menurut kalian kok harus nyebrang sungai lagi. Sudah satu bulan lebih saya tidak pulang ke kampung halaman, rindu rasanya dengan suasana disana. Kampung halaman saya itu sangat indah, nyaman, dan asri didalamnya penuh kedamaian tersendiri. Penghasilan pokok di kampung halaman saya adalah petani karet, tapi sayangnya harga karet dikampung halamanku semakin menurun. Banyak petani yang mengeluh dengan keadaan ini termasuk kedua orang tua saya, dari subuh turun untuk mencari nafkah sampai udah mau dzuhur biasanya baru pulang kerumah. Itu dilakukan setiap hari demi untuk makan sehari hari mau tidak mau harus dikerjakan. Karena cuma itu penghasilan utama di kampung halamanku, apalagi harga karet sekilonya cuma 5 sampa 6 ribu. Biasanya kalau musim hujan petani karet sulit mendapatkan penghasilan karena kalau hari hujan banyak air karet yang terbuang. Kalau musim kemarau petani karet lebih mudah mendapatkan penghasilan dan alhamdulillah cukup untuk makan seadanya tapi itu masih belum termasuk uang jajan kami untuk sekolah, mungkin pekerjaan di kampungku memang sulit dan banyak masyarakat kami yang merantau ke Malaysia karena sulitnya pekerjaan di kampung. Orang tua yang melanjutkan pendidikan anaknya di perguruan tinggi itu udah Alhamdulillah karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Soalnya dikampung saya kebanyakan yang udah lulus sma pergi merantau dan biasanya kalau udah pulang kampung mau nikah, ya selalu begitu setiap tahun tanpa ada perubahan. Pemikiran masyarakat di kampung saya masih cukup minim apalagi sekolah hanya SD itupun berhenti di tengah jalan karena tidak adanya biaya. Sebenarnya saya kasihan melihat kondisi kampung yang semacam ini, yang minim akan dunia pendidikan.
Memang saya bukan anak orang kaya tapi apa salahnya anak seorang petani yang ingin melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi. Banyak orang disekitar tempat tinggal saya yang menyuruh saya tidak perlu kuliah, kata mereka kuliah itu hanya menghabiskan uang, ujung ujungnya kalian tidak akan jadi pegawai. Mendengar ucapan tetangga yang seperti itu aku merasa putus asa, tapi orang tuaku selalu memberiku semangat hingga aku duduk di bangku perkuliahan.
Mungkin sampai disini saja ceritaku, padahal masih banyak yang ingin ku ungkapkan tapi aku tidak tahu ingin mulai cerita ini dari mana.
Semoga saja kalian tidak bosan membaca blog ku ini, maaf kalau kata kata yang kutuliskan kurang bagus karena aku memang tidak punya bakat menulis, sampai bertemu lagi di blog selanjutnya.
Salam Manis Mahasiswa IAIN Pontianak
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar