Nama: Bastiah
Kelas: PAI 4D (11901121)
Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas.
Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Sebagian pengamat yang lain mengartikan kelas menjadi dua pemaknaan, yaitu: Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua, kelas dalam arti luas, yaitu suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik.
Menurut Sudarman Danim, manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai berikut;
1) Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Di sini sumber daya kelas merupakan instrument, proses pembelajaran sebagai inti, dan hasil belajar sebagaimana mestinya.
2) Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta didik) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata perencanaan di sini merujuk pada perencanaan pembelajaran dan unsur-unsur penunjangnya. Pelaksanaan bermakna proses pembelajaran, sedangkan evaluasi bermakna evaluasi pembelajaran. Evaluasi di sini terdiri dua jenis. Evaluasi di sini terdiri dari dua jenis, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran.
3) Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal sejawat atau peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.
Elemen-elemen yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas:
Elemen yang bisa di observasi
penggunaan ruangan kelas
penggunaan waktu
aktivitas belajar mengajar
interaksi/komunikasi
suasana
fasilitas kelas
2. Elemen-elemen tersembunyi
faktor individual kognitif dan afektif)
faktor kelompok
faktor pergaulan luas, budaya dan lain-lain
3. Elemen-elemen inti:
waktu dan tempat (time and space)
engagement (afektif domain)
partisipasi
Tujuan Manajemen Kelas:
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
Menghilangkan berbagai kendala yang menghambat terwujudnya interaksi pembelajaran
Menyediakan dan mengatur fasilitas yang mendukung dan memungkinkan belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelek siswa dalam belajar
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individualnya.
Kegiatan manajemen kelas meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari:
a. Pengaturan orang (siswa)
Penempatan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberi kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya.
b. Pengaturan fasilitas
Fasilitas kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang terjadi sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat berlangsung dengan baik dari permulaan masa kegiatan belajar sampai akhir masa belajar mengajar.
pemecahan masalah manajemen kelas menurut Maman Surachman (1999:2016-227) adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan siswa
Pengenaln yang baik terhadap siswa dan pengetahuan mengenai latar belakang mereka akan membuat guru bisa memahami dan mengaambil langkah yang tepaat dalam manajemen kelas
b. Melakukan tindakan korektif
Guru dituntut untuk berbuat sesuatu setepat mungkin dalam kelas
c. Melakukan tindakan penyembuhan
Kegiatan penyembuhan dapat dimulai dengan pertemuan langsung dengan siswa sehingga bisa tercipta kontrak individual antara guru dan siswa untuk sama sama memperbaiki diri.
Konsep Dasar Manajemen Kelas
Manajemen merupakan suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara ilmiah dan dapat pula menempatkan posisi sebagai seorang manajer dalam memanfaatkan orang lain.
Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru sebagai mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. Aktifitas guru saat ini yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktifitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan ketrampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis, dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas.
Dalam manajemen kelas, guru melakukan sebuah proses atau tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, sehingga seorang guru harus menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif seperti tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, serta pengelompokan siswa atau kelompok.
Fungsi-fungsi Manajemen dalam Kelas
Pemahaman mengenai fungsi-fungsi manajemen secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua fungsi utama, yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik terkait dengan semua fungsi yang mutlak dijalankan oleh manajemen organisasi, sedangkan fungsi pelengkap terkait dengan semua fungsi yang mendukung agar pencapaian kinerja organisasi dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan implementasi dari fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif. Berikut fungsi manajemen kelas antara lain:
1) Fungsi Perencanaan Kelas
Perencanakan adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mencapainya sehingga harus membuat suatu target yang ingin dicapai atau diaraih di masa depan.
2) Fungsi Pengorganisasian Kelas
Setelah mendapat kepastian tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan, lebih lanjut lagi guru melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat berlangsung dengan sukses.
Dalam manajemen atau pengelolaan kelas, ada pengorganisasian yang meliputi: Organisasi intra dan ekstra kelas, organisasi kegiatan belajar-mengajar, organisasi personil siswa dan organisasi fasilitas fisik kelas. Denganadanya pengorganisasian kelas diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai.
3) Fungsi Kepemimpinan Kelas
Kepemimpinan efektif di ruang kelas merupakan bagian dari tanggung jawab guru di dalam kelas. Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin. Dalam hal ini guru memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk dapat melaksanakaan proses belajar dan pembelajaran yang efektif sesuai dengan fungsi dan tujuan pembelajaran.
4) Fungsi Pengendalian Kelas
Mengendalikan kelas bukan merupakan perkara yang mudah, karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kegiatan di dalam kelas dimonitor, dicatat, dan kemudian dievaluasi agar dapat dideteksi apa yang kurang serta dapat direnungkan kira-kira apa yang perlu diperbaiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar